Entri Populer

Kamis, 06 Januari 2011

Produk Unggulan IKM Kalbar

Keanekaragaman produk kerajinan yang berasal dari berbagai Kab/Kota di Provinsi Kalimantan Barat mempunyai nilai budaya dan seni tinggi dan merupakan salah satu aset bangsa yang harus kita pertahankan dan kembangkan. Dinas Perindag Prov. Kalbar sebagai wadah pelestarian budaya dan seni senantiasa dikaitkan dengan upaya pengembangan, agar disamping warisan budaya dapat terpelihara dengan baik, juga dapat memberi nilai tambah pada aspek ekonomi berupa peningkatan kesejahteraan masyarakat. Yang disajikan dalam profil ini adalah jenis barang kerajinan, tenunan yang merupakan produk budaya Kalbar, dan diharapkan akan dapat berkembang sesuai dengan tuntutan zaman.

Senin, 01 Maret 2010

Petikan Sejarah Suku Dayak


Suku Dayak diperkirakan mulai datang ke pulau Kalimantan pada tahun 3000-1500 sebelum Masehi. Mereka adalah kelompok-kelompok yang bermigrasi dari daerah Yunnan, Cina Selatan. Kelompok ini disebut Proto-Melayu. Dari daratan Asia kelompok-kelompok kecil tersebut mengembara melalui Indocina ke Semenanjung Malaya, berlanjut ke pulau-pulau di Indonesia, termasuk Kalimantan. Beberapa kelompok lain diperkirakan ada yang melalui Hainan, Taiwan dan Filipina. Beberapa kelompok, terutama yang kemudian menetap di bagian selatan Kalimantan, kemungkinan besar untuk beberapa waktu singgah di Sumatera dan Jawa. Perpindahan ini terjadi pada zaman glasial (zaman es), dimana permukaan laut sangat surut sehingga dengan perahu-perahu kecil mereka dapat menyeberangi perairan yang memisahkan pulau-pulau itu. Teknologi perundagian yang telah dikenal di daratan Asia sekitar tahun 1500 sebelum Masehi memungkinkan perpindahan mereka menggunakan perahu bercadik. Masa bercocok tanam diperkirakan dimulai sekitar tahun 1000 sebelum Masehi.Beliung persegi dan kapak persegi yang dibuat dengan teknologi perundagian ditemukan di Nanga Balang, Kapuas Hulu. Kehidupan religi pada zaman ini adalah memuja roh nenek moyang, sesuai dengan kehidupan masyarakat zaman Megalithikum. Peninggalan zaman ini adalah dolmen yang ditemukan di Sedahan Sukadana, Ketapang. Mula-mula suku Dayak mendiami tepi sungai Kapuas dan pantai-pantai Kalimantan. Tetapi kedatangan bangsa Melayu dari Sumatera dan Semenanjung Malaya memaksa suku Dayak berpindah ke hulu-hulu sungai.